Matematika :

Jul 7, 2011

Mengenal Penyakit ALZHEIMER

Alzheimer adalah penyakit degeneratif progresif otak yang menyebabkan gangguan berpikir dan mengingat serius. Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia (sindrom yang terdiri dari sejumlah gejala yang termasuk kehilangan memori, penilaian dan penalaran, dan perubahan suasana hati, perilaku dan kemampuan komunikasi).
Penyakit ini pertama kali diidentifikasi oleh Dr Alois Alzheimer pada tahun 1906. Dia menggambarkan dua ciri khusus alzheimer: banyak deposit padat kecil yang tersebar di seluruh otak sehingga menjadi racun bagi sel-sel otak dan kekusutan yang mengganggu proses vital sel-sel hidup. Sel-sel otak menyusut dan mati sehingga volume otak berkurang tajam di beberapa daerah. Penyusutan ini terus berlanjut dari waktu ke waktu sehingga memengaruhi kemampuan otak.
Alzheimer berkembang dan memengaruhi area otak yang berbeda, sehingga menimbulkan beragam gangguan kemampuan dan/atau perilaku. Kehilangan kemampuan tersebut umumnya bersifat permanen. Hingga saat ini belum ditemukan cara untuk memulihkannya. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa proses belajar kembali untuk beberapa jenis kemampuan masih mungkin dilakukan.

Gejala

Berikut adalah 10 gejala utama penyakit Alzheimer:
  1. Kehilangan memori bertahap. Adalah normal bila sesekali lupa dengan janji atau nama orang dan kemudian mengingatnya lagi. Penderita penyakit Alzheimer lebih sering lupa dengan hal-hal seperti itu dan tidak mengingatnya kembali, terutama bila baru terjadi. Masyarakat awam menyebutnya “pikun”.
  2. Kesulitan melaksanakan tugas rutin. Gagal melakukan secara tuntas hal-hal yang biasa dilakukan seperti menyiapkan masakan, mengelola anggaran rumah tangga atau melakukan ibadah.
  3. Gangguan penilaian. Kesulitan menilai situasi sehingga, misalnya, tidak mengakui masalah medis yang perlu perhatian atau mengenakan pakaian tebal di hari yang panas.
  4. Disorientasi ruang dan waktu. Sering lupa dengan waktu dan mudah tersesat. Ketika berjalan, penderita tidak tahu bagaimana sampai di sana dan caranya pulang ke rumah.
  5. Masalah dengan bahasa. Lupa dengan kata-kata sederhana atau kata-kata pengganti sehingga kalimatnya sulit dimengerti.
  6. Masalah dengan pemikiran abstrak. Memiliki kesulitan yang signifikan dengan tugas-tugas yang bersifat abstrak seperti menghitung pengembalian uang atau membuat rencana tindakan.
  7. Salah menaruh barang. Meletakkan sesuatu di tempat yang tidak semestinya seperti: baju di kulkas atau kacamata di cangkir kopi.
  8. Perubahan suasana hati dan perilaku. Memperlihatkan perubahan suasana hati yang bervariasi dari tenang menjadi menangis atau marah tanpa alasan yang jelas.
  9. Perubahan kepribadian. Mudah bingung, khawatir, curiga atau menarik diri dari pergaulan, bersikap apatis, atau bertindak di luar karakternya. Dua pertiga penderitanya mengalami gejala depresi dan sekitar 20% menunjukkan agresi, terutama pada pasien laki-laki. Mereka juga dapat mengalami halusinasi, delusi (keyakinan palsu) dan paranoid.
  10. Kehilangan inisiatif. Menjadi sangat pasif dan memerlukan isyarat dan dorongan untuk terlibat.

Diagnosis

Tidak seperti penyakit rematik atau asam urat yang dapat ditangani secara khusus oleh ahli rematologi, atau penyakit jantung oleh ahli jantung, penyakit alzheimer tidak memiliki dokter yang mengkhususkan diri dalam perawatannya. Anda dapat mengunjungi dokter umum atau internis menyangkut masalah yang dihadapi. Untuk masalah yang perlu penanganan ahli, dokter umum dapat merujuk pasien ke salah satu spesialis berikut:
  • Ahli saraf, yang mengkhususkan diri dalam penyakit pada sistem otak dan saraf.
  • Psikiater, yang mengkhususkan diri dalam gangguan yang memengaruhi suasana hati atau cara kerja pikiran.
  • Psikolog, yang mengkhususkan diri dalam pengujian memori, konsentrasi, pemecahan masalah, kemampuan bahasa dan fungsi mental lainnya.
Tidak ada tes tunggal untuk mendiagnosis Alzheimer. Pemeriksaan medis dilakukan untuk mengevaluasi kesehatan secara keseluruhan dan mengidentifikasi setiap kondisi yang dapat memengaruhi kemampuan otak melalui wawancara, penelaahan riwayat medis, tes mental, tes fisik, dan mungkin didukung hasil diagnostik seperti CT-Scan, MRI atau tomografi.

Perjalanan penyakit

Penyakit Alzheimer biasanya dimulai pada usia lanjut, namun ada juga yang dimulai sejak usia 30-an. Perkembangan Alzheimer biasanya berlangsung perlahan-lahan, bisa mencapai dua puluh tahun dari sejak diagnosis sampai kematian (rata-rata 8 tahun). Namun, pada beberapa kasus perkembangannya berlangsung pesat dan akut.
Alzheimer sering dikategorikan menurut tingkat keparahan dari gejalanya, seperti:
  • Ringan (tahap awal). Pada tahap ini, yang biasanya berlangsung 3-4 tahun, gejala ringan seperti kehilangan memori dan disorientasi membuat pasien membutuhkan pendampingan dan pengawasan.
  • Sedang (tahap tengah).Penyakit telah berkembang dan pasien mengalami lebih banyak kesulitan fungsi sehari-hari sehingga membutuhkan bantuan.
  • Parah atau lanjutan (tahap akhir). Dengan masalah komunikasi, gerakan dan inkontinensia berat, pasien membutuhkan perawatan khusus, seringkali harus tinggal di panti jompo.
Kematian sering disebabkan infeksi pneumonia atau lainnya. Saat ini tidak ada perawatan yang dapat menghentikan perkembangan penyakit Alzheimer.

1 comment:

Jika ada yang ingin disampaikan tentang isi blog ini, mohon kiranya berkenan untuk memberikan komentar di sini

 

© Copyright yusuf blog 2010 -2011 | Design by Yusuf Blog | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...