Matematika :

SERBA MATEMATIKA

ANEKA KERAJINAN TANGAN

Teknologi

Showing posts with label Kerajinan Tangan. Show all posts
Showing posts with label Kerajinan Tangan. Show all posts

Dec 3, 2011

Parafin untuk Finishing Perabot Jati


Bagi anda yang pernah atau masih memiliki hobi mendaki gunung, mungkin sangat familiar dengan istilah parafin. Material ini sejenis minyak dalam bentuk padat (bentuk fisik seperti lilin) yang digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak air atau penghangat di kala istirahat di tengah perjalanan mendaki gunung.
Keterangan di atas hanyalah salah satu pemakaian sehari-hari material ini. Jika anda ingin perabot kayu jati anda terjaga dari peresapan air, parafin bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif bahan finishing atau pelapis akhir.

Aplikasinya cukup mudah hanya dengan menggosokkan parafin ke permukaan kayu, seperti ketika anda menggunakan sabun mandi batang. Gosokkan tersebut akan meninggalkan serbuk atau lapisan tipis di atas permukaan kayu.
Agar parafin meresap, anda bisa menggunakan alat gosok seperti pengilap cat mobil yang ujungnya dilapisi kain katun.
Gosokkan tersebut akan 'memaksa' parafin untuk masuk lebih dalam ke pori-pori kayu.
Dan semakin lama atau sering akan membuat permukaan kayu lebih mengkilat.

Jenis material finishing ini lebih murah dibandingkan dengan teak oil yang bisa digunakan industri furniture. Dan kelebihannya adalah bisa lebih tahan air. Sedikit berbiaya untuk membeli alat gosok, akan tetapi untuk produksi yang lebih banyak akan tergantikan dengan efisiensinya.
Bagi anda produsen furniture kayu jati, hal ini akan lebih menguntungkan anda karena efek permukaan jati menjadi lebih baik sehingga konsumen akan memilih perabot dengan jenis finishing ini ketimbang teak oil atau politur.

Dari sisi kesehatan lingkungan juga lebih baik karena tidak mencemari tanah maupun udara di dalam produksi sehingga pekerja tidak mengalami resiko kesehatan sebesar bahan finishing lainnya. Tentangkayu.com belum memiliki informasi penuh tentang perbandingan harga finishing parafin dibandingkan dengan lainnya di Indonesia.

Mari jadikan setiap perabot di rumah kita sehat untuk keluarga anda.


Sumber ; tentangkayu.com

Cara Membuat Sambungan Permukaan yang Rata


Sambungan kayu pada saat baru dibuat bisa kita atur agar rapi dan rata pada permukaannya. Namun karena sifat dasar kayu yang bisa menyusut, sambungan yang tadinya mulus tersebut akan 'bergerak' dan menimbulkan garis retak pada sambungan tersebut. Perhatikanlah pada sambungan sudut rangka top table yang menggunakan bahan dasar kayu solid. Setelah beberapa bulan akan terlihat retak atau bahkan pecah.

Tidak hanya pada konstruksi top table, anda bisa lihat pada konstruksi sambungan rail samping dengan kaki meja; rangka pintu kaca; papan samping dan papan atas lemari; atau pada kaki belakang kursi dengan rail backrestnya.

Untuk mengatasinya Tentang Kayu memiliki beberapa tip dengan merubah konstruksi sedikit berbeda:

1. Rounded/Verstek
Pada ujung sambungan dibuat rounded/verstek dan pada sisi samping kayu lainnya juga dibuat sudut yang sama. Konstruksi ini bisa meng'kamuflase' sambungan sehingga ketika kayu menyusut tidak akan terlihat jelas.

2. Groove
Jika tidak memungkinkan untuk membuat sudut samping kayu lainnya rounded/verstek, maka cukup dibuat takikan (groove) pada ujung komponen lainnya. Groove tersebut bisa dibuat sedalam kira-kira 1-2mm tergantung dari ketebalan komponen.
3. Selisih tinggi
Untuk jenis produk tertentu, garis takikan atau rounded akan mengganggu nilai estetika produk. Cara ke-3 berikut bisa membantu mempertegas garis tanpa mengurangi nilai estetikanya. Pada komponen yang panjang dibuat lebih tinggi antara 2-5 mm tergantung posisi konstruksi untuk memudahkan proses perataan kedua komponen.

Beberapa cara tersebut juga bermanfaat untuk menghindari kesulitan perataan pertemuan sambungan yang rata. Selain itu juga diuntungkan pada proses finishing yang tidak lagi memerlukan perataan ulang.

Sumber : tentangkayu.com

8 Tips agar Furniture lebih 'Hijau'


Berbagai isu tentang global warming saat ini sudah menjadi perhatian banyak pihak dan dari seluruh aspek kehidupan. Bagi kita yang berkecimpung di dalam dunia furniture baik itu kayu, besi, rotan atau material lain ternyata cukup banyak yang bisa dilakukan untuk mendukung kampanye tersebut.

Mungkin bagi anda yang memiliki pertimbangan bisnis, hal-hal yang akan terungkap di bawah ini tidak sesuai bahkan bertentangan. Namun, akan selalu ada cara yang hemat untuk menjadi lebih 'hijau' di sekitar anda. Sekecil apapun yang kita lakukan bisa membuat perubahan dan dampak yang besar bagi kesehatan dan tentunya global warming.

Dalam lingkup furniture, apa saja yang bisa dilakukan untuk membuat furniture menjadi lebih 'hijau'?

Berikut ini tips dari tentangKAYU.

1. Kayu dari hutan/kebun yang dikontrol kelangsungannya.
Sebagai bahan baku utama pembuatan furniture, kayu yang berasal dari pohon di hutan memiliki andil yang besar untuk mengurangi panas bumi karena gas CO2. Oleh karena itu sebaiknya membeli furniture/kayu yang berasal dari hutan yang dikelola dengan baik. Artinya terlihat adanya penanaman kembali (reboisasi) hutan yang telah ditebang. Tentu saja kita sangat jauh untuk mencapai kontrol tersebut.
Terdapat beberapa instansi dan/atau organisasi yang bekerja untuk membuat sistem kontrol tersebut, misalnya Forest Stewardship Control (FSC), Rainforest Alliance, TFT dan lainnya.

2. Furniture dari kayu 'bekas'
Saat ini banyak sekali orang mencari bangunan tua yang terbuat dari kayu jati untuk diolah kembali menjadi furniture. Ada beberapa alasan ekonomis yang mengikuti langkah tersebut, namun demikian ada juga manfaatnya bahwa berarti mereka membantu mengurangi volume pemotongan pohon jati. Langkah ini bisa juga dilakukan untuk kayu jenis lain. Pada dasarnya, jika terdapat kayu di luar sana yang tergeletak tidak terpakai, mengapa kita harus menebang lagi untuk dibuat furniture?

3. Natural Fiber
Bambu tidak masuk kategori pohon, tetapi 'rumput'. Secara kekuatan pada konstruksi tertentu bambu memang tidak bisa dibandingkan langsung dengan kayu, namun dari segi estetika furniture bambu merupakan produk yang eksotis dan menarik.
Atau bahan lain seperti rotan, eceng gondok dan kulit pisang.

4. Awet dan mudah diperbaiki
Cari atau buatlah furniture yang kuat sehingga awet dan mudah diperbaiki ketika ada kerusakan. Lebih awet furniture yang anda miliki dan anda produksi membantu mengurangi konsumsi kayu. Dan produk yang kuat juga bisa diwariskan kepada kerabat atau rekan yang lain tanpa harus membeli yang baru.

5. Rendah Bahan Beracun
Dalam industri furniture dikenal beberapa bahan beracun yang digunakan pada setiap prosesnya. Bagian paling besar adalah bahan finishing. Terdapat satu bahan kimia yang bernama Formalin (Formaldehyde) pada bahan finishing dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama anak-anak karena bisa menimbulkan kanker dan gangguan pernafasan.
Jenis bahan finishing yang termasuk 'lebih aman' adalah Politur, NC, Waterbased lacquer dan natural oil.
Yang termasuk berbahaya dan mengandung lebih banyak Formalin misalnya: Melamine, PU (PolyUrethane), UV lacquer, lamination paper (Formika).

Bagian lain dari furniture misalnya lem kayu, multipleks dan MDF juga mengandung Formaldehyde namun kandungannya lebih kecil.

6. Furniture Bekas
Dengan membeli furniture bekas berarti kebutuhan akan pohon tebangan juga berkurang atau paling tidak bisa dimanfaatkan untuk hal yang lainnya.

7. Furniture Lokal
Jarak ribuan kilometer bagi furniture import untuk mencapai lokasi kita cukup membuat konsumsi biaya transportasi dan konsumsi bahan bakar (yang memproduksi CO2) menjadi besar. Berbeda apabila kita membeli produk lokal dengan jarak transportasi yang dekat.

8. Ukuran bagian furniture, kecil tapi kuat.
Mendesain furniture dengan tipe minimalis dan menghemat bahan baku juga cukup membantu menjadikan produk anda lebih hijau. Tidak menghambur-hamburkan bahan kayu menjadi bagian-bagian solid yang besar dan berat. Kalaupun jika desain menuntut untuk memiliki pilar yang besar, carilah cara dari sisi kontruksi untuk membuatnya lebih sederhana dengan memanfaatkan bahan lebih sedikit.

Sumber : tentangkayu.com

Cara Lain Penumpukkan Kayu


Mengeringkan kayu Jati sudah bukan hal yang baru bagi industri kayu di Indonesia, terutama kota Jepara sebagai kota penghasil kerajinan kayu Jati. Berbagai cara manual (tanpa mesin pengering Kiln Dry) telah lama pula diterapkan.

Pada saat kami berkunjung ke suatu pabrik furniture kayu jati, terlihat sebuah cara yang menarik dilakukan oleh pabrik tersebut dalam hal penumpukkan kayu Jati. Ada baiknya kami bagi bersama pembaca tentangkayu walaupun mungkin sudah ada yang menggunakan metode yang sama.

Pekarangan pabrik diratakan dan ditutupi dengan lantai beton atau semen untuk mengurangi penguapan air dari dalam tanah sekaligus untuk mempercepat mengalirkan air hujan ke selokan. Tidak terlihat atap maupun dinding pada pekarangan tersebut. Sepertinya hal itu dimaksudkan untuk penguapan yang lebih baik.

Lembaran-lembaran kayu jati diletakkan sedemikian rupa dengan posisi menyilang setiap lembarnya sehingga terdapat rongga setebal kayu jati untuk jalan penguapan udara.
Dan di antara lembaran kayu jati tersebut disisipkan sebilah kayu tipis (5-10 mm) sebagai jalan udara pada saat penguapan.

Metode penumpukkan ini sangat baik untuk menjaga kestabilan bentuk kayu sekaligus mempercepat waktu pengeringan. Uap air bergerak cepat karena rongga di setiap lembar kayu. Begitu pula dengan panas matahari yang lebih efektif karena tipe lantai yang diperkeras dengan beton dan semen.

Tentu saja lembaran - lembaran jati tersebut hanya dijemur pada saat cuaca cerah dan panas, untuk selanjutnya diproses di dalam ruang produksi. Kami tidak sempat memperoleh informasi berapa lama proses pengeringan berjalan. Yang pasti pabrik mengatakan bahwa metode ini baru mereka terapkan beberapa bulan dan mempercepat proses pengeringan alami kayu Jati.

Silahkan mencoba.

Sumber : tentangkayu.com

Jenis-Jenis Kayu Pinus yang Biasa Digunakan dalam Kerajinan Kayu


Terdapat lebih dari 20 jenis kayu pinus dengan nama species yang berbeda. Jenis kayu pinus yang sering digunakan dan secara umum dikenal memiliki kualitas yang baik ada 2 jenis kayu pinus yaitu Pinus Radiata dan Pinus Merkusii.


PINUS RADIATA (Radiata Pine)
Area Tumbuh: Australia (740 ribu hektar), Chili (sekitar 1,3 juta hektar), Selandia Baru (1,2 juta hektar), Afrika Selatan dan Amerika. Hutan paling besar untuk kayu ini diketahui adalah dari Chili. Beberapa eksporter juga berasal dari Selandia Baru namun tidak murni plantation. Biasanya Selandia Baru mengekspor kayu ini sudah dalam bentuk S2S atau S4S.

Pohon: Antara 15 - 25 tahun kayu Pinus Radiata bisa memiliki diameter batang 30 - 80 cm dan tinggi antara 15 - 30 meter. Pinus Radiata termasuk jenis pohon yang cepat tumbuh dan berbatang lurus.

Warna Kayu: Kayu teras berwarna merah kecoklatan dan kayu gubal berwarna kuning dan krem. Garis lingkaran tahun pinus radiata lumayan jelas terlihat sehingga garis serat kayu pada pembelahan tangensial bisa terlihat jelas pula.

Densitas: 480 - 520 kg/m3 pada MC 12%

Serat kayu: Cenderung lurus tapi terdapat banyak mata kayu karena pohon pinus radiata memiliki banyak cabang kecil pada batangnya.

Pengeringan: sekitar 12 - 15 hari untuk mendapatkan MC level 12%

Proses mesin: Mudah pengerjaan, termasuk lunak untuk pisau.


PINUS MERKUSII (Merkus Pine)

Area tumbuh: Asia Tenggara meliputi Kamboja, Vietnam, Malaysia, Phillipina, Myanmar dan Laos. Terbesar adalah di area pulau Sumatra di daerah antara Gunung Kerinci dan Gunung Talang. Di Phillipina terdapat di area gunung Mindoro.

Pohon: Bisa mencapai 25 - 45 meter ketinggian dan diameter pohon hingga 1 meter.
Warna Kayu: Kayu teras berwarna coklat kemerahan dan kayu gubal berwarna kuning keputihan.
Densitas: 565-750 kg/m3 pada MC 12%
Serat kayu: Lurus dan sama rata antara kayu gubal dan teras.
Pengeringan: sekitar 12 - 15 hari untuk mendapatkan level MC 12%.

Teknis Umum:
1. Kayu pinus termasuk mudah terserang jamur, biasa disebut blue stain. Oleh karena itulah sebaiknya pengeringan dilakukan secepat mungkin setelah penebangan.
2. Apabila anda memproduksi furniture yang finishing akhirnya warna atau non natural, sebaiknya hati-hati terhadap kantong minyak dan mata kayu pada pinus. Kantong minyak dan mata kayu memiliki permukaan yang lebih keras dibanding sisi yang lain sehingga penyerapan bahan finishing berkurang yang mengakibatkan perbedaan warna (transparansi).
3. Pinus cukup lemah terhadap perubahan suhu dan kelembaban udara, gunakan laminasi apabila anda membutuhkan papan yang lebar.
4. Mudah diproses dan seratnya halus sangat membantu pada kecepatan proses finishing.

Sumber : tentangkayu.com

Beberapa Trik Pengolahan Bambu


Bambu juga memiliki kandungan air pada pori-porinya dan terlebih lagi dengan ukuran pori-pori yang lebih besar dari kayu, bambu lebih labil dibandingkan kayu. Sama halnya pula dengan kayu, bambu tetap harus melalui proses pengeringan, hanya saja detail prosesnya sedikit berbeda dengan kayu.

Struktur alami bambu ini membuat resiko perabot dari bambu menjadi rusak karena jamur dan serangan serangga pemakan bambu menjadi sangat besar. Oleh karena itu mengeringkan bambu menjadi proses kerja yang paling penting.

Trik memotong bambu akan sangat membantu mengurangi resiko ini. Pemotongan sebisa mungkin pada ruas bambu, karena bagian ini cukup keras dan terturup sehingga air tidak mudah masuk. Jika hal tersebut tidak bisa dihindari, maka trik mengisi lubang pada ujung potongan (dengan kayu atau bambu) menjadi cara yang baik untuk mencegah serangan jamur.

Jenis bambu yang paling baik adalah yang memiliki 'daging' tebal atau lubang yang sekecil mungkin. Hal ini membantu kemudahan proses konstruksi dan pencegahan peresapan air.
Setelah hal tersebut di atas bisa dihindari, maka kekuatiran timbulnya masalah kualitas pada furniture dari bambu tidaklah terlalu besar dan berbahaya. Dan akan lebih mudah diatasi pada saat perakitan ataupun finishing.

Sumber : tentangkayu.com

Nov 13, 2011

Cara Membuat Hiasan Kartu/Undangan dengan Menggunakan Sedotan

Hiasan undangan di samping terbuat dari sedotan sebagai bahan utama, sangat menarik dan elegan. Apakah anda ingin mencobanya?. Berikut ini ada beberapa langkah pembuatannya, silahkan disimak.






Langkah-Langkah :
1.
Bungkus sedotan dengan pita berperekat
Bungkus pita tahan air sekitar sedotan.
2.
Pembungkusan dilakukan hingga bagian yang berfungsi sebagai tempat melengkung pada sedotan
Gambar: Wrapping3_894.
3.
Gunting sedotan sesuai alur pita pembungkus
Gambar: Wrapping5_102.
4.
Bagi dua hasil guntingan tersebut
Gambar: Wrapping7_636.
5.
Buatlah lagi yang lainnya
Gambar: Wrapping9_819.
6.
Guntinglah bagian sedotan yang tidak ditempeli pita (hati-hati jangan sampai terputus)
Lihatlah gambar
Gambar: Wrapping12_277.
7.
Lengkungkan hasil potongan pada langkah 6 dengan menggunakan kuku
Curl pinggiran dengan kuku.
8.
Pasang hiasanan pada kartu/undangan
Gambar: Wrapping16_998.
Potong sesuai ukuran kartu/undangan
Gambar: Wrapping19_315.
SELAMAT MENCOBA

Cara Membuat "Bola Takraw" dari Botol Plastik

Permainan Sepak Takraw adalah permainan asli asal Indonesia. Pada asalnya bola takraw terbuat dari rotan yang dianyam sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah polyhedral yang mirip bola.
Kali ini kita akan membuat sebuah bola takraw hiasan dari botol plastik.

Langkah-langkahnya :
langkah 1
Bayangkanlah bentuk bola takraw itu sendiri, atau bentuk bumi, ini akan membantu anda untuk membuat hiasan yang dirancang. bayangkan akan yang garis yang disebut garis khatulistiwa, yang dalam pembuatan bola ini akan menggunakan hiasan warna merah

langkah 2
Potong bagian atas dan bagian bawah botol plastik
Potong bagian atas dan bawah dari botol soda plastik.
langkah 3
Gunakan bagian tabung botol (bagian tengah potongan) untuk memotong cincin
Gunakan pusat "tabung" dari botol untuk memotong cincin dari.
langkah 4
Mulai menempelkan cincin dari ujung ke ujung dengan menggunakan pita merah (ini akan digunakan sebagai garis khatulistiwanya)
Memulai pada satu ujung dari tabung tengah.
langkah 5
Sambungkan kedua ujungnya dengan rapi. Ini akan sangat menentukan hasil akhir
Bergabung dalam lingkaran pita merah di garis bergabung dengan tabung.
langkah 6
Lanjutkan dengan warna berikutnya
Ambil warna berikutnya (dalam contoh ini, biru) dan melanjutkan untuk tetap di sekitar tabung seperti sebelumnya tetapi tidak rekaman itu turun sepenuhnya.
langkah 7
Ulangi hinga terdapat 4 macam warna
Ulangi dengan menggunakan 4 warna berikutnya, ditempatkan sama sepanjang tabung.
langkah 8
Potong dengan hati-hati dan rapi
Hati-hati memotong setiap cincin berwarna.
langkah 9
Setelah semua terpotong, maka kita akan mendapatkan beberapa cincin yang akan digunakan untuk membuat bola takraw
Ini harus menjadi hasil akhir dari usaha Anda sejauh ini.
langkah 10
Rangkaikan cincin tersebut, warna merah diletakan sebagai garis khatulistiwanya
Pegang cincin biru dan hijau vertikal bersama, menyeberang.
Taktik di tempat.
Tambahkan cincin emas.
Weave dalam lingkaran khatulistiwa (bagian merah).
Bola selesai.
Lihat gambar di sini ketika menempatkan berdering.
langkah 11
Jenis pita yang digunakan
Tape ujungnya seperti yang ditunjukkan, kemudian lem ke dalam tempat untuk memperkuat dan mempertahankan bentuk yang diinginkan.
langkah 12
Bisa juga digunakan untuk hiasan gelas atau benda lainnya, seperti contoh berikut :
Gunakan ornamen dekoratif.

langkah 13
SELESAI DAN SELAMAT MENCOBA


Aug 29, 2011

Kerajinan Tangan : Membuat Buket Bunga Lili dari Sedotan

ALAT DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN
1. Sedotan, 1 kuning, 3 hijau

2. Penggulung pita mesin tik

3. Crayon/pensil/spidol

4. Selotip

5. Gunting

6. Kertas  putih tebal



CARA MEMBUAT
1. Tempelkan tangan anda pada kertas putih, kemudian gambarkan
2. Gunting gambar tersebut, sehingga hasilnya sebagai berikut
3. Gulung seperti gambar berikut
4. Potong sedotan kuning menjadi 3, kemudian gulung membentuk "U" seperti gambar berikut
5. Masukan gulungan bunga melalui ujung sedotan hijau, kemudian tarik
6. Ambil sedotan lain (pilih warna pink) untuk mengikat ketiga tangkai bunga
7. Bunga siap untuk dipersembahkan ke...

Pendidikan

Kesehatan

 

© Copyright yusuf blog 2010 -2011 | Design by Yusuf Blog | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.